Budaya Dan Hikmah

BUDAYA DAN HIKMAH

Mengenal / menjaga / melestarikan tradisi pusaka Indonesia

Peninggalan yang bersejarah dari nenek moyang termasuk benda-benda pusaka di Indonesia khususnya di jawa sangatlah banyak kita jumpai beraneka ragam jenis pusaka di antaranya :

  • Keris
  • Pedang
  • Tombak
  • Pangut
  • Dll

Sebagian masyarakat beranggapan bahwa pusaka itu identik dengan perdukunan ( yang punya para dukun untuk membantu perdukunannya) dikasih sesaji sesuai permintaan isi dari pusaka itu, ada yang beranggapan pusaka itu musyrik, bid’ah. Sebenarnya penganggapan semacam itu sangatlah salah, karena awal mula pusaka diciptakan para empu kan untuk memberikan sebuah nasehat utuk anak cucu kelak, yang diwujudkan dengan sebuah benda berbentuk pusaka dan selain itu empu juga memasukan rekaman do’a kedalam pusaka agar do’a itu bisa selalu mendo’akan orang-orang yang merawat pusaka dan mengerti makna pusaka. Lebih detailnya kita simak percakapan GUS IMAM dengan muridnya yang bernama ERIIZA RIZKI SABILLA yang akrab dengan panggilan Eriz, lahir di bojonegoro JA-TIM. Eriz ini seorang wanita yang mempunyai hoby menyanyi sejak kecil ( punya hoby menyanyi dari kecil,,,,?, mungkin waktu ibuknya hamil, sang bapak suka menyanyi jadi anaknya tertular, hehehe), nyanyi dari panggung ke panggung sampai suatu saat bisa mengikuti acara yang diselenggarakan station tv indosiar yaitu Dankdut Akademi Indosiar, tapi sayang Eriz baru beberapa kali tampil di panggung akademi sudah ada fonis dari sang juri yang menyatakan bahwa dia tertunda untuk menjadi sang juara Dankdut, sedih,,, kecewa,, itu pasti, tapi eeriz ini tidak putus asa, Eriz memutuskan mencari guru yang bisa membimbingnya, datanglah di rumah bapak angkatnya ( Gus Wowo / Ki Langit kasongo). Sesampainya dirumah Gus wowo, Eriz berkeluh kesah cerita tentang apa yang sedang melanda hatinya.

Percakapan

 

  • “Eriz” …. Pak, saya sedih cita-cita dan harapan saya udah hancur, saya harus gimana lagi pak ,,?
  • “ Gus Wowo” …jangan terlalu bersedih walaupun tidak bisa menjadi selebriti, kamu bisa cari jalan lagi yang bisa membawa kamu ke jalan yang lebih bagus yag sekiranya bisa bermanfaat bagi diri, keluarga, orang lain, nusa dan bangsa.
  • “Eriz”   tapi apa pak ? aku sudah tidak bisa berfikir dengan focus.
  • “Gus Wowo”   begini aja nduk ( panggilan jawa untuk seorang putri ) ayo ke rumah Gus Imam, Beliau ini pendekar yang bijak, rendah hati dan berhati mulia nanti kamu bisa minta nasehat dan belajar ilmu buat bekal hidupmu
  • “Eriz” Ayo pak kita berangkat sekarang….!
  • “Gus Wowo” Bentar nduk, saya tak telfon sahabat saya dulu ( Ki Joyo Laksono ), biar Ki Joyo Laksono ikut soan ke rumah biliau Gus Imam

Mendegar tawaran dari Gus Wowo yang mau mengajak soan ke Gus Imam, alkhamdulillah Ki joyo Laksono pun langsung bersedia,

Akhirnya Eriz bersama bapak angkat, bapak kandung dan juga Ki Joyo Laksono berangkat ke kediaman Gus Imam, satu jam kemudian sampailah di kediaman Gus Imam, mereka ber-4 uluk salam , Gus Imam pun menjawabnya dan mempersilahkan duduk.

  • “Gus Imam” ada apa kok malam-malam ramai-ramai datang kesini dan wanita ini siapa, kok saya pernah lihat ?
  • “Gus Wowo” ini anak angkat saya Eriz, Gus . yang tadi sudah saya ceritakan panjang lebar lewat SMS ke Panjenengan
  • “Eriz” iya Gus Imam,, Saya Eriz, saya mau jadi murid Gus Imam agar selalu dibimbing !, oh iya Gus Imam, Eriz mau nanya,, itu Gus Imam kok punya ribuan pusaka,, buat apa Gus ? apa gak capek ngasih sesaji ?
  • “Gus Imam” Pusaka bukan untuk dikasih sesaji mbak yu ( panggilan jawa untuk kakak perempuan), pusaka itu perwujudan nasehat dari nenek moyang.
  • “Eriz” macam mana bisa Gus, Keris kan untuk menusuk,, bukannya malah nakut-nakutin anak cucu ?
  • “Gus Imam” saya mendengar pertanyaanmu jadi pingin tertawa mbak, tapi ya gak tega ketawa di depan lagi susah. Begini,,,, di Indonesia khususnya di jawa, keris itu ada yang lurus, luk 1, luk 3, luk 5, luk 7,luk 9, luk 11 dan terakhir luk13, itu dibikin bukan asal asal saja, ada makna-makna tertentu. Missal :
  • keris lurus , agar manusia selalu berjalan lurus ( yang benar ).
  • Luk 1 atau damar murup, yang artinya lampu api yang menyala, agar manusia punya semangat yang berkobar-kobar jauh dari putus asa, ini sudah berlaku buat mbak Eriz agar punya semangat yang berkobar dan jauhi putus asa.
  • Luk 3, itu diartikan hubungan hamba,utusan,dan sang pencipta.
  • Luk 5, semua keris ujungnya tetap lurus ke atas, jalani lima waktu dengan rutin, ikhlas untuk yang di atas
  • Luk 7 ( pitu ), diartikan pitulung atau pertolongan dari tuhan, maka keris ujungnya selalu ke atas.
  • Luk 9, diartikan yang ingin berhasil menjalani tirakat harus bisa menjaga lubang yang 9 ini, yang ada dalam raga kita dan menjaga Howo Songo.
  • Luk 11, diartikan duada caksara dua belas tahap kehidupan, yang satu adalah mati, tahap kehidupannya 11.
  • Luk 13, sebanyak apapun liku-liku kehidupanmu tapi tetaplah ingat yang di atas seperti pusaka jawa Luka atau Lengkok terbanyak 13 tetapi ujungnya tetap menghadap ke atas ( sang pencipta ).

Begitu mbak Erizz….

  • “Eriz” iicch,, menarik banget Gus, itu kata orang orang kok bisa sakti, bisa kaya, bisa bikin apa-apa gitu Gus,, apa benar ?? bukanya musyrik percaya sama benda bisa memberikan khasiat tertentu ?
  • “Gus Imam” mendewakan pusaka dosa musyrik, akan tetapi pusaka itu bukan pusaka itu bukan seperti itu pengertiannya mbak ! pusaka memang pembuatannya denga tirakat pendekatan diri dengan tuhan, makanya ada energy positif yang bisa bermanfaat bagi yang memeliharanya, energy positif itu terbentuk karena do’a mulia sang empu, hebat lagi do’a itu direkam diaktifkan didalam pusaka, sehingga bunyi do’a itu terputar tiada henti dan alat perekam itu sendiri adalah pusaka tersebut, tujuan membersihkan pusaka agar pusaka senantiasa terjaga dari karat dan tidak rusak, kalao pusaka yang jadi alat perekam rusak bagaimana bisa berbunyi rekamannya ?? kan macet . maka ada pusaka yang selalu dikasih minyak itu tujuannya perawatan, bila pusaka dikasih sesaji berupa buah, daging, itu salah dan dosa, karena itu sebuah kemusyrikan mbak,
  • “Eriz” ahmmm Gus, wiiiih mantap, boleh donk Gus ,, Eris ikut jadi pecinta pusaka agar selalu ingat nasehat nenek moyang ? yaaa’’’ juga untuk uri-uri kebudayaan jawa dan nusantara.
  • “Gus Imam” hahaha ,, mau minta ilmu agar jadi selebriti apa mau jadi pecinta pusaka mbak yu ?
  • “Eris” yaaa”” pengen ikut menjaga budaya leluhur Gus, juga pengen jadi selebriti, kan bagus jadi artis yang punya rasa cinta terhadap sejarah dan budaya nenek moyang Gus, mana tau ada keberuntungan nyasar untukku Gus, agar cita-cita dan keinginanku juga keluargaku terpenuhi
  • “Gus Imam” saya do’akan agar keinginan mbak Eriz sekeluarga tercapai, oh iya mbak, emang pengen banget mewujudkan cita-cita yang ini, apa gak ada yang lain ?
  • “Eriz” pengen mewujudkan cita-cita ini untuk membahagiakan orang tua Gus
  • “Gus Imam” apa gak ada cara lain buat membahagiakan orang tua mbak ?
  • “Eriz” ada sich Gus . tapi mungkinkah aku bisa meninggalkan hobiku menyanyi ? satu jam gak nyanyi aja saya udah bingung Gus . bernyanyi dan selebriti it udah jiwa aku banget, walaupun aku melakukan banyak hal tapi yang ini tidak bisa aku tinggalkan, udah mendarah mendaging dikeluarga kami Gus.
  • “Gus Imam” baiklah bila itu sudah menjadi keputusanmu, saya sebagai gurumu hanya bisa mendo’akan dan saya berpesan seperti apapun dirimu kelak, tetaplah dijalan yang di ridhoi allah dan jalankan sholat lima waktu dirutinkan, agar rizki yang kamu dapat menjadi berkah.
  • “Eriz” iya Gus Imam, terimaksih banyak pesan Gus Imam akan selalu saya ingat dan saya jalankan. Gus,,, ada yang mau saya tanyakan lagi, itu lho Gus,, kok dari dulu banyak orang yang kasih sesaji pusaka itu biar apa dan gimana Gusss ? apa pusakanya yang meminta ?
  • “Gus Imam” pusaka tidak pernah meminta sesaji mbak, dahulu para empu sebelum membikin pusaka UBO RAMPE memang di siapkan seperti pisang dan buah-buah lainnya juga membakar kemenyan, tapi bukan untuk sesaji, kemenyan buat wangi-wangian agar wangi bisa mempengaruhi jiwa sang empu menjadi tenang dan bersih, buah-buahan itu sebagai rasa syukur atas semua nikmat yang diberikan oleh tuhan padanya, agar pembuatan pusaka diberi kelancaran, keselamatan jauh dari balak. Setelah buah siap semua itu tidak dikasihkan pusaka, melainkan disedekahkan ke tetangga, itulah dari dulu bahwa shodaqoh bisa menolak balak dan melancarkan rizki mbak.
  • “Eriz” ohhhh berarti yang kasih sesaji itu salah mengerti, pantesan disetiap pusaka ada gambaran pamor yang berbeda itu dikarenakan apa Gus ? apa sebuah kekuatan tertentu harus punya bentuk gambaran pamor yang tertentu pula ?
  • “Gus Imam” pamor itu cuma sebagai symbol agar pusaka mudah dimengrti dan mudah difhami oleh anak cucu, contoh : pusaka untuk kanuragan ditandai dengan kul buntet, batu lapak, lembu sekilan, dll . pusaka yang berkhasiat kewibawaan ditandai dengan pamor blarak cineret, nogo rangsang dll. Pusaka tuah kerejekian ditandai dengan pamor udan mas, beras wutah dll. Ini dilakukan agar anak cucu tidak menyalah artikan tentang khasiat pusaka biar sesuai rekaman isi do’a sang empu yang dimasukan dalam pusaka. Khasiat itu hanyalah sebuah perantara dari allah, sang empu yang mampu merekam do’anya dan menyimpan kedalam pusaka dengan penuh keihlasan, ketulusan do’anya di ijabah oleh allah sehingga keris/ pusaka ciptaanya menjadi sebuah karya yang bertuah dan bisa menghantarkan tercapainya munajat kepada allah SWT. Dibawah ini akan saya tuliskan beraneka ragam pamor serta tuahnya :
  1. Pamor Tudung : adalah nama salah satu pamor keris yang oleh sebagian pecinta keris dianggap mempunyai tuah yang buruk. Mereka beranggapan bahwa pamor itu dapat menyababkan pemilik keris menjadi orang yang selalu terusir dari tempat tinggalnya, baik karena alasan yang wajar maupun yang tidak. Kebanyakan, pecinta keris menyarankan keris yang demikian lebih baik dilarung atau diserahkan kepada musium. Karena bila disimpan sendiri akan menyusahkan pemiliknya.
  2. Pamor Tumpal keli : adalah nama pamor yang tergolong langka, karena agak sukar pembuatannya. Pamor ini konon mempunyai tuah dapat membuat pemiliknya menjadi orang yang pandai bergaul dan disenangi oleh masyarakat sekelilingnya. Pamor ini tergolong tidak memilih, dapat dipakai oleh siapapun. Bentuk gambaran pamor ini seolah merupakan perpaduan antara gambaran pemor kenanga ginubah dengan ganggeng kenyut. Karena agak mirip dengan kedua pamor itu, tumpal keli sering dikacaukan orang.
  3. Pamor triman : adalah penyebutan nama pamor yang hanya mengumpul pada bagian sor-soran saja, kemudian pamor itu seolah beerhenti tidak ada kelanjutannya lagi pamor ini dinilai kurang baik bagi mereka yang masih aktif bekerja, karena katanya dapat menurunkan ambisi untuk maju. Tetapi pamor ini baik bagi mereka yang telah berusia lanjut. Yang telah pension, karena banyak membantu menumbuhkan rasa tentram sebagian orang menyebut pamor ini pamor trimo.
  4. Pamor tunggak semi : adalah nama pamor yang hanya terletak dibagian sor-soran sebilah keris, tombak atau senjata lainnya. Bentuknya merupakan garis yang tak beraturan,berlapis,dan pada bagian ujung bentuk itu, seolah “tumbuh” lagi bentuk pamor lain, seperti tunas yang bersemi.
  5. Pamor Urab-Urab : adalah salah satu nama pamor yang bentuk gambarannya agak miriip dengan pamor jarot asem. Bedanya pada pamor urab-urab garis-garis pamornya lebih tebal dan lebih nyata. Pamor ini sebenarnya merupakan kombinasi antara pamor miring dengan pamor mlumah. Tuah pamor ini adalah untuk menambah kewibawaan pemiliknya, demikian anggapan sebagian pecinta keris, ia tergolong pamor yang pemilih , artinya tidak setiap orang akan cocok bila memilikinya. Sebagian orang menyebut keris semacam ini dapur Hurap-hurap, ( Baca juga Jarot Asem )
  6. Pamor ros-rosan tebu : adalah nama salah satu pamor yang bentuknya menyerupai batang tebu yang beruas pendek. Pamor ini tergolong pamor mlumah. Sebagian pecinta keris menganggap pamor ini mempunyai tuah yang dapat membuat pemiliknya mudah menerima rezeki dan disegani orang. Pamor ros-rosan tebu termasuk pamor yang tidak memilih, siapa saja dapat memilikinya. Ia pun tergolong pamor rekan , yakni pamor yang bentuknya dapat dirancang lebih dahulu oleh sang empu.
  7. Pamor Gumbolo Geni : adalah nama pamor yang bentuk gambaran pamornya menyerupai seekor binatang kala atau ketonggeng, dengan ekor mencuat ke atas. Pamor ini tergolong baik bagi yang percaya, tuahnya adalah untuk menolak segala sesuatu yang tidak dikehendaki. Umpamnya menghindarkan bahaya. Pamor ini tergolong pemilih, tidak seiap orang bisa memilikinya. Pamor Gumbolo Geni selalu terletak di sor-soran.
  8. Pamor Ron Pakis : adalah nama pamor yang bentuk gambarannya menyerupai daun pakis. Tuahnya menurut sebagian pecinta keris adalah untuk menambah kewibawaan dan mebuat pemiliknya tenar dalam masyarakat lingkungannya. Itulah sebabnya pamor ini banyak dicari oleh mereka yang ingin menonjol dalam lingkungan pergaulannya. Ron Pakis tergolong pamor miring dan pamor rekan, yakni pamor yang betuknya dirancang oleh sang empu. Pamor ini juga tergolong pamor yan popular, mahal harganya dan sukar pembuatannya, di beberapa daerah pamor ini sering dikacaukan dengan penyebutan pamor bulu ayam.
  9. Pamor Puteri Kinurung : adalah nama pamor yang bentuk gambaranya merupakan sebuah danau dengan beberapa pulau ditengahnya. Pamor ini banyak yang menyukai terutama mereka yang bekerja sebagai pemegang uang seperti bendahara, kasir dll, karena dianggap mempunyai tuah untuk mengurangi sifat boros pemiliknya. Pamor ini tergolong pamor tiban, yakni pamor yang bentuk gambarannya tidak dirancang lebih dahulu oleh sang empu. Pamor Puteri Kinurung tergolong pamor yang tidak memilih, bisa dipakai oleh siapapun.
  10. Pamor Jarot Asem : adalah nama pamor keris atau tombak yang tergolong langka. Gambaran pamor itu bentuknya menyerupai serabut-serabut kasar yang saling menyilang arahnya, namun tidak saling tindih. Walaupun tampaknya sederhana pamor ini tergolong sukar pembuatannya dan tergolong pamor rekan, yakni pamor yang bentuk gambarannya dirancang lebih dahulu oleh sang empu. Sebagian pecinta keris percaya bahwa keris berpamor jarot asem dapat membuat pemiliknya menjadi lebih teguh hatinya dan besar tekadnya, pamor ini paling cocok dipakai oleh mereka yang punya cita-cita besar. Jarot asem adalah pamor yang tidak memilih, bisa cocok untuk siapapun.
  11. Pamor Manggar : adalah nama pamor keris,tombak atau pedang yang bentuknya menyerupai bunga kelapa dalam untaian. Pamor ini merupakan kumpulan dari bulatan lonjong kecil yang mirip dengan bulatan pamor wiji timun, yang letaknya berserakan saling menyudut. Pamor Manggar tersusun dari pangkal sampai ke ujung bilah. Pamor ini tergolong pamor rekan, yakni pamor yang bentuknya dirancang oleh si empu. Menurut sebagian pecinta keris pamor Manggar memiliki tuah yang membuat pemiliknya mudah mencari rezeki dan menonjol dalam lingkungan pergaulannya. Pamor manggar termasuk bukan pamor pemilih, sehingga setiap orang akan dapat memilikinya. Dibanding dengan pamor Wos Wutah , Ngulit Semongko, pamor Manggar tergolong langka dan hanya dijumpai pada beberapa keris buatan Madura.
  12. Pamor Bendo Segodo : adalah nama pamor yang bentuk gambarannya menyerupai gumpalan-gumpalan pamor yang mengelompok rapat. Masing-masing gumpalan itu mengelompok, dipisahkan oleh jarak sekitar 0,5 sampai 1 cm antara satu dengan yang lainya, pamor ini tergolong pamor rekan yaitu pamor yang bentuk gambaranya lebih dahulu dirancang oleh si empu. Menurut sebagian pecintanya, keris atau tombak yang berpamor Bendo Segodo mempunyai tuah dapat membuat pemiliknya lebih gampang mencari rezeki, oleh karena itu pamor ini banyak dicari oleh para pedagang, pamor ini tergolong tidak memilih, dapat cocok dipakai siapapun.
  13. Pamor Sumsum Buron : adalah nama pamor yang bentuk gambarannya mirip dengan pamor Wos Wutah, penempatanya tidak menyebar merata , melainkan menggerobol dan mengelompok rapat, namun masing masing kelompok terpisah satu sama lain, pamor ini tergolong pamor tiban, yakni yang bentuknya tidak dirancang olehh sang empu, sebagian para pecinta keris menganggap pamor sumsum buron ini baik untuk mencari rezeki dan memperluas pergaulan bagi pemiliknya. Pamor ini tergolong tidak memilih, dapat dimiliki oleh siapa saja.
  14. Pamor Kenanga Ginubah : adalah nama pamor yang tergolong pemilih, maksudnya tidak setiap orang akan cocok untuk memilikinya, menurut sebagian pecintanya, keris yang berpamor Kenanga Ginubah dianggap mempunyai tuah dapat membuat pemiliknya jadi menarik kepribadiannya dan selalu menonjol dalam lingkunganya, pamor ini dicar oleh mereka yang mendambakan ketenaran, pamor ini tergolong pamor rekan yakni pamor yng bentuk gambarannya dirancang oleh sang empu. Bentuk gambaran pamor ini menyerupai untaian bunga kenanga.
  15. Pamor Manikem : adalah nama salah satu pamor yang bentuk gambarannya merupakan bulatan-bulatan berlapis, berjajar berderetan dari pangkal sampai ujung bilah, garis tengah bulatan mencapai 1,5 sampai 2 cm, dan tiap bulatan berdiri lebih dari 8 lapis. Bulatan satu dengan bulatan lainnya dihubungkan dengan garis garis pamor. Menurut sebagian pecinta keris, keris hyang berpamor manikem mempunyai tuah yang dapat membuat pemiliknya mudh mencari rezeki, itulah sebabnya pamor ini disukai oleh para pedagang dan pengusaha.
  16. Pamor Untu Walang : adalah nama pamor yang bentuknya menyerupai pamor tepen atau wengkon. Bedanya adalah kalau pamor Wengkon, garis yang menjadi bingkai dari tepi bilah merupakan garis lurus, atau garis itu sedikit bergelombang disana sini, sedang pamor untu walang garis itu merupakan garis yang bergelombang yang membentuk gambaran serupa mata gergaji. Pamor ini tergolong pamor pemilih, tidak setiap orang akan cocok untuk memilikinya. Menurut sebagian pecinta keris pamor ini dianggap bertuah membuat pemiliknya menjadi tokoh yang dipercaya oleh orang sekelilingnya. Kata-katanya akan di dengar dan ditaati orang, banyak pecinta keris yang beraggapan, pemilik keris ini paling sesuai adalah guru atau pendidik, pamor untu walang tergolong pamor rekan yakni pamor yang bentuknya dirancang oleh sang empu ( lihat juga Wengkon ).
  17. Pamor Sumur Bandung : adalah nama salah satu pamor yang bentuk gambarannya hampir serupa dengan pamor pedaringan kebak, namun pamor sumur bandung ini mempunyai bulatan-bulatan kosong ditengah bilah. Bulatan kosog ini boleh satu, dua atau tiga buah. Pamor ini ada dua macam yaitu yang merupakan pamor rekan, dan adalagi yang memang pamor tiban. (lihat pamor rekan dan Pedaringan Kebak ).
  18. Pamor Sekar Susun : adalah nama pamor keris atau tombak yang bentuk gambarannya hampir mirip dengan pamr Melati Rinonce. Bedanya gambar bunga-bunga pada pamor Sekar Susun ukurannya lebih besar. Pamor ini tergolong pamor yang tidak memilih, dapat sesuai untuk dimiliki siapapun. Sebagian pecinta keris beranggapan bahwa keris yang memakai pamor Sekar Susun dapat membuat pemiliknya mudah mencari jalan rezeki, pamor ini jarang ditemui pada keris-keris buatan lama.
  19. Pamor Sumur Sinobo : adalah naama salah satu pamor yang bentuknya menyerupi bulatan-bulatan lingkaran bersusun, berderet dari pangkal sampai ke ujung bilah. Sepintas lalu hampr mirip dengan gambaran pamor bendo segodo, namun bulatan-bulatan itu lebih rapat satu sama lainnya. Sedang jika dibanding dengan gambaran pamor uler lulut, bulatan-bulatannya lebih terpisah dan lebih besar. Pamor ini tergolong pamor rekan, karena pembuatanya harus dirancang lebih dulu oleh sang empu, bagi sebagian pecinta keris, pamor ini dianggap mempunyai tuah untuk mendatangkan rezeki, siapa saja dapat memiliki keris atau tombak dengan pamor Sumur Sinobo, karena pamor ini tergolong tidak memilih.
  20. Pamor Eri Wader : adalah nama salah satu pamor yang bentuknya menyerupai duri-duri tulang ikan, sepintas lalu, bentuk pamor itu serupa dengan pamor Ron Genduru, bedanya pada pamor Eri Wader mempunyai kesan lebih kurus disbanding Ron Genduru. Pamor ini tergolong pamor miring, pembuatanya tergolong sukar, sebagaimana mana Ron Genduru atau Blarak Ngirid. Karena bentuk pamor ini dapat dirancang lebih dulu oleh si empu, maka ia tergolong pamor rekan. Sebagian pecinta keris menganggap pamor ini mempunyai tuah yang dapat membantu menambah wibawa pemiliknya. Eri Wader juga tergolong pamor yang pemilih, artinya tidak setiap orang akan cocok bila memilikinya.
  21. Pamor Udan Mas : adalah nama pamor yang amat terkenal di dunia perkerisan, pamor ini oleh sebagian pemilik keris dianggap sebagai pamor yang tuahnya dapat membuat pemiliknya didekati rezeki, sebagian lagi beranggapan tuah pamor ini adalah untuk membuat pemiliknya menjadi berbakat kaya, anggapan seperti ini bukan hanya dipulau jawa, tetapi juga di daerah lain termasuk Malaysia, brunei Darussalam. Karena naggapan semacam itu, maka banyak para oedagang dan pengusaha ingin memiliki keris, tobak atau pedang yang ber pamor Udan Mas. Situasi yang demikian membuat harga dan nilai mas kawin Udan Mas menjadi tinggi. Akibatnya di dunia perkerisan banyak beredar keris atau tombak udan mas yang tidak asli, mulanya keris atau tombak itu berpamor Wos Wutah kemudian dengan cara tertentu pamor Wos Wutah itu bisa diubah menjadi Udan mas, bagi pecinta keris yang masih tahap pemula akan sukar membedakan mana Udan mas yang asli dan mana yang bukan. Pamor Udan Mas ini tergolong pamor mlumah dan pamor rekan yang bentuknya dapat dirancang oleh empu, ia juga tergolong pamor yang tidak pemilih. Artinya siapa saja dapat memilikinya. Bentuk pamor itu berupa bulatan-bulatan kecil yang tersebar dipermukaan bilah keris atau tombak. Bulatan-bulatan ini berdiri dari lingkaran bersusun, paling tidak satu bulatan terdiri dari tiga lingkaran, sering kali lebih. Pamor Udan Mas sedpintas lalu agak serupa bentuknya dengan pamor Mrutu Sewu atau Sisik Sewu, bedanya pamor Udan Mas ukuran bulatan-bulatan itu lebih besar. Dalam dunia perkerisan dipulau jawa, keris dengan pamor Udan Mas yang dianggap paling baik adalah yang tangguh padjajaran dan tuban . ( lihat juga Mrutu Sewu dan Sisik Sewu ).
  22. Pamor bungkalan : adalah bentuk pamor pada ujung sebuah keris atau tombak. Pamor apapun, kalau pada dekat ujung bilah bentuknya seperti lidah ular , bercabang dua, itu disebut pamor Bungkalan. Bagi pecinta keris, pamor Bungkalan tergolong pamor yang disukai.
  23. Pamor Kala Cakra kinatah : adalah hiasan berupa pahatan relief pada bilah keris atau tombak. Bentuknya berupa gambaran seekor binatang kala dan sebuah lingkaran cakra. Penambahan hiasan Kala Cakra dimaksudkan sebagai rajah, yakni gambaran yang dianggap mempunyai tuah tertentu. Kinatah Kala Cakra ada yang dilapis dengan logam emas, ada pula yang perak.
  24. Pamor Adeg Iras : adalah nama pamor yang menyerupai garis lurus mulai dari ujung bilah sampai ke pangkalnya yang bersinggungan dengan bagian ganja. Pada bagian ganja, pamor ini seolah menyambung lagi sampai kebagian yang bersinggungan dengan bagian peksi. Pamor yang semacam ini bagi penggemar keris dinilai baik tuahnya. Lagi pula, pamor adeg ini tergolong langka. ( lihat juga Ganja )
  25. Pamor Alip : adalah nama salah satu pamor yang selalu mempunyai bagian sor-soran, terutama pada sebilah keris , namun kadang kadang juga ditemui pada tombak. Pamor ini termasuk pamor titipan dan pamor rekan. Bentuknya hanya merupakan garis lurus, tebal, sepanjang lebih kurang 4-6 cm. kadang kadang ujung garis itu membelok patah sedikit. Pamor alip bukan merupakan pamor sada sa’ler yang terputus. Ia memang sengaja dibuat seperti itu. Karena merupakan pamor titipan, maka terkadang pamor alip ini juga ditemui ditengah-tengah pamor lain yang lebih dominan. Sebagian pecinta keris menilai, pamor alip mempunyai tuah yang baik, yakni dapat membantu memperkuat iman pemiliknya, sehingga dapat lebih tahan terhadap godaan. Pamor ini tergolong tidak memilih, tetapi pemiliknya harus berpantang terhadap berbagai hal.
  26. Pamor Sekar Manggar : adalah nama saalah satu bentuk pamor yang gambarannya menyerupai untaian bunga kelapa. Sepintas lalu bentuk pamor ini menyerupai bentuk pamor manggar. Perbedaan yang mencolok hanyalah, pada pamor Manggar gambaran “bunga kelapa” itu lebih jelas dan lebih besar. Sedang pada pamor Sekar Manggar, yang lebih jelas adala gambaran “untaian dan tangkainya”. Bagi sebagian pecinta keris, pamor Sekar Manggar dianggap mempunyai tuah yang baik.
  27. Pamor Nabi Sulaiman : adalah nama salah satu pamor yang letaknya dibagian sor-soran. Pamor ini selalu merupakan titipan, yakni pamor yang dibentuk kemudian, setelah bilah keris selesai dikerjakan oleh sang empu. Bentuk gambaran pamor itu menyerupai bintang segi enam. Sebagian orang menamakan pamor seperti ini pamor Raja Sulaiman. Sebagian pecinta keris beranggapan bahwa pamor Nabi Sulaiman mempunyai tuah yang baik. Ia dapat membantu pemiliknya dalam keadaan darurat. Pamor ini pun dianggap dapat menambah kewibawaan pemiliknya. Namun pamor Nabi Sulaiman dikenal sebagai pamor yang pemilih. Artinya , tidak setiap orang dapat memilikinya. Bahkan menurut buku-buku kuno, pamor ini hanya boleh dimiliki oleh Raja atau keturunan dekatnya.  bersambung……..!

Post Author: Tirta Maya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *